Depok, 22 Agustus 2015
19.15 WIB
Hari ke 4...
Peserta Diklat Kompetensi Guru Kejuruan di PPPPTK Bisnis dan Pariwisata
Biasanya malam ini semua orang akan merasa senang..
Ya.. mungkin karena malam ini malam minggu, atau bisa juga karena
malam ini orang yang menyayangi kita sedang bersama kita saat ini...
Sudah lama blog ini tidak saya kunjungi dan membuat postingan yang baru,
yah.. saya mohon maaf...hee..walaupun sejak saya buat blog ini masih belum ada
satu pun yang melihat dan memberi komentar tapi saya selalu berpikir positif
karena saya sudah menganggap blog saya ini sebagai tempat untuk mencurahkan
keinginan saya untuk membuat suatu karya tulis yang saya sendiri pun tidak tahu
bentuk tulisan ini modelnya seperti apa....
Jadi untuk tulisan saya kali ini saya mencoba bercerita sedikit saja tentang
arti sebuah hidup bagi orang yang mencoba bersyukur..
Seperti yang saya tulis pada awal tulisan ini, malam ini memang malam minggu pertama
saya di kota Depok, Jawa Barat atau lebih tepatnya di Sawangan. Seharusnya saya merasa
senang bisa bermalam minggu di salah satu kota penyangga ibukota negeri ini. Banyak
alternatif hiburan yang bisa didatangi, apalagi dengan perbedaan harga yang begitu jauh
dari harga termurah yang ada di Kalimantan.
Keinginan itu pasti ada bagi manusia pada umumnya. Jauh jauh dari pedalaman hutan Kalimantan
yang berada di kota seperti ini dengan kesempatan yang jarang bisa diperoleh seperti saat ini,
tentu saya ingin sekali menjelajahi kota ini walaupun dengan bekal yang tidak banyak.
Uang saku saya tidak banyak, tapi malam ini hati ini begitu gelisah dan trenyuh bila mengingat
keadaan dan kondisi orang - orang yang begitu kusayangi dalam keadaan kekurangan.
Sebagai seorang suami, saya merasa gagal dan bukan seorang suami yang baik. Sebagai seorang
ayah, hati ini terasa hancur berkeping keping saat membaca sms bahwa susu anak sudah mau habis
sementara uang sudah tidak ada... dan sebagai seorang manusia, jiwa ini serasa remuk redam
karena ketidakberdayaan diri ini...
Bagaimna bisa saya makan enak sementara istri dan anak saya belum saya penuhi kebutuhannya.
Kepala rumah tangga macam apa saya ini. Akhirnya hanya dengan berpasrah diri saya pun mencoba
meminta kasih dan sayangNya Allah Swt. Dalam sholat malamku, air mata ini jatuh bercucuran
membasahi sajadah tempatku bersujud. Dalam tangisku, kucurahkan semua ketidakberdayaanku,
kelemahanku dan memohon ampunan atas segal dosa yang telah kuperbuat terdahulu...
Saya menganggap apa yang menimpa keluargaku saat ini adalah tidak lebih sebagai akibat
dari perbuatan maksiat yang dulu pernah kuperbuat hingga akhirnya berbuah seperti ini.
Wahai Tuhanku.... jikalau cobaan ini masih belum cukup menebus semua kesalahanku, maka janganlah
Engkau cabut tapi hamba hanya berharap agar Engkau berkenan untuk meninggalkan setitik cahaya
dihati yang semakin hitam dari hari ke hari ini.
Saya mencoba selalu berpikir positif dalam setiap keadaan dan kondisi kehidupan yang kujalani.
Semoga usaha yang saya perbuat dapat membuahkan hasil.
Heemm... Wahai istriku sayang...
Jikalau raga ini tidak dapat bertemu dirimu kelak, saya minta maaf karena belum bisa membuatmu
bahagia seperti istri pada umumnya. Namun satu hal yang pasti, saya RIDHO dan IKHLAS engkau telah
setia mendampingi diri ini dalam keadaan apapun. Engkau tidak pernah menyerah memberiku semangat,
kamu tidak pernah mengeluh mengenai kekuranganku dan rasa cintamu selalu bertambah kepadaku....
Duhai...anak anakku tercinta... jagoan - jagoan kecilku..
Papa juga minta maaf belum bisa menjadi papa yang baik bagi kalian... Papa belum bisa menjadi contoh
teladan sempurna bagi kalian... dan papa belum bisa membelikan mainan dan pakaian baru buat kalian.
Papa hanya berharap, kelak kalian bisa menjadi anak yang sholeh... Tidak mengapa kalian tidak menjadi
seorang Dokter atau Manager atau seorang pengusaha asalkan kalian bisa menjadi Hafidz Qur'an, yakinlah
itu sesungguhnya JAUH LEBIH BAIK dari semua kesuksesan dunia... Papa sayang kalian semua...
Buat ibunda terkasih.... maaf ya mah... belum bisa membayar utang dan membalas semua kebaikan mama
selama ini. Juga buat bapak dan ibu mertua, maaf juga kalau belum bisa membuat kalian bangga memilki
menantu seperti saya. Semoga Allah Swt memperpanjang umur taat Ibunda, Bapak dan Ibu sekalian.
Terkadang saya berpikir "mungkin dengan kematian saya, maka orang - orang yang kusayangi akan lebih baik hidupnya"....
Tapi apakah memang seperti itu... entahlah....
Hidup ini ini memang sulit bagi yang sedang dalam kesempitan tetapi yakinlah kehidupan setelah kematian
JAUH JAUH JAUH LEBIH SULIT dari apa yang pernah kita bayangkan...
20.19 WIB
Cerita Hati di Sawangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar