Selasa, 18 Januari 2022
Pukul 12.55 Wita
Sedih rasanya jika melihat saudara sedarah yang dulu sering bermain, makan dan tidur bersama saat sudah besar dan berumah tangga serasa menjadi orang lain.
Kadang hanya karena pekerjaan dan perbedaan nasib hidup dapat membuat saudara sedarah itu pun berubah sifat dan kelakuan nya.
Tatkala kamu tidak punya apa-apa maka tak ada saudara yang akan mendekatimu dan beda halnya jika kamu orang yang berada dan terpandang maka semua ucapan mu akan didengarkan.
Ya Allah...ya karim...
Sebegitukah dunia ini..?? Hingga harta dan kehormatan harus sedemikian rupa dicari dan disematkan selagi hidup???
Saya hanyalah "Kakak" dimasa kecil
Saya hanyalah "Adik" dimasa kanak-kanak
Saya hanyalah "Teman Bermain" dimasa lalu
Terima kasih karena pernah menjadi bagian dari hidup saya
Kini tak pantas lagi saya menjadi "saudara" bagimu
Tak pantas lagi saya mengaku sebagai "saudara sedarah"
Terlalu rendah diri ini dengan apa yang dimiliki di dunia ini untuk layak disebut sebagai "saudara"
Duhai Tuhanku Allah....
Maaf dan ampunilah hamba mu ini ya Allah....
Ampunilah hambaMu ini yang telah lupa akan tujuan hidup manusia...
Terima kasih ya Allah...Engkau sudah menegur hambaMu ini dengan cara yang terbaik...
Penuhkanlah hati hambaMu ini denga rasa syukur dan keikhlasan yang tiada berbatas ya Allah...