Senin, 19 Agustus 2013

Ketika Hati Gelisah

Assalamualaikum...

Apa kabar blogger? Heee... mang ada yang baca ni posting ya?? Ydeh gpp lah, kan blog ini khusus buat orang2 yang sedang galau karena masalah hidup...

Hemm... kalo ngliat judul diatas noh.. wheeew... kayaknya gda manusia yang g galau deh sepanjang hidupnya.. Semua yg namanya manusia pasti pernah mengalami yang namanya GELISAH... nah yang biasanya diserang tuh biasanya hati, jiwa dan perasaan.

So what gt loh? Masalah buat lo?! Ya jelas lah... ketika seseorang sedang dalam keadaan gelisah tentu akan mempengaruhi sistematika kehidupan..( ceileee.... kaya ngertinya aje ). Ya seumpamanya gini nih... kalo pilot lagi gelisah gmn yo penumpangnya??? xixiiii... umpamanya loh....

Yahh.. gelisah itu wajar.. Yang g wajar adalah ketika kita sedang gelisah kita lalu mencari solusi ke hal2 yang negatif... itu yang buat repot...

So the solution is.... eng .. ing.. eng.... Noh ambil tu air wudhu... Bawa sholat sunat dua rakaat.. Trus doa deh sambil nangis.. ngeluh sama yang punya ni dunia... selesai deh... YAKIN....PASTI...gelisah itu bakal berubah jadi ketenangan...asal.. loe ikhals... Oke...!!! Sip dah...

Sorry... kalo ni posting singkat abis.... en g mutu banget....

Semoga bermanfaat..

Wassalam....

Rabu, 24 Juli 2013

Susahnya Meneguhkan Hati

Assalamu'alaikum pembaca....

Tanpa terasa separuh Ramadhan telah berlalu, namun nampaknya kita belum memaksimalkan kesempatan untuk merayu sang Maha Penyayang meleburkan segala dosa yang telah kita perbuat. Memang terasa begitu sulit mempertahankan sesuatu daripada mendapatkannya. Terkadang untaian kata - kata terasa mudah terucap tetapi pelaksanaannya begitu susah. 

Hari ini saya mencoba kembali untuk menulis semua bisikan, kegelisahaan dan kegundahaan hati melalui blog ini tanpa berharap ada yang membacanya. Yah, semoga di luar sana mungkin ada yang bernasib sama atau bahkan lebih susah dari yang saya alami sehingga melalui media ini kita dapat berbagi cerita tentang kehidupan. Kita dapat bertukar harap dan doa agar semakin yakin dan teguh dalam menjalani kehidupan ini karena selama kita meyakini akan sesuatu selama itu pula harapan itu selalu ada.



Hari ini, saya kembali belajar untuk meneguhkan keyakinan hati bahwa Rejeki, Jodoh dan Kematian memang sudah Allah tentukan buat seluruh makhluk ciptaannya. Lidah mudah sekali mengucapkan hal tersebut tapi pikiran dan akal sehat begitu sulit menerima fakta tersebut. 

Ya.... itu memang merupakan fakta yang Allah tetapkan melalui Al Quran dan Al Hadits. Secara ilmiah dan nalar manusia memang sangat tidak mungkin di implementasikan namun melalui hati barulah semua terasa masuk akal dan benar adanya. 

Pernahkah kita berpikir bahwa rejeki yang sesungguhnya adalah hanya apa yang kita makan. Namun yang membuat nilai rejeki itu bertambah adalah karena adanya hawa nafsu pada tubuh manusia. Sehingga yang pada awalnya kita cuma butuh satu tapi inginnya ada 20.

Mungkin cuma ini yang bisa saya bagi buat pembaca hari ini. Semoga bermanfaat.

Senin, 22 Juli 2013

Ketika Manusia Mengeluh

Sudah alamiah bila manusia mengeluh ketika mengalami suatu masalah dalam hidupnya. 
Namun yang menjadi pertanyaan adalah bolehkah kita mengeluh?



Jawabnya adalah tentu saja boleh karena itu merupakan sifat genetis manusia tetapi seperti apa bentuknya? Bagaimana penyelesaiannya? Semua itu tergantung bagaimana pada diri kita sendiri dalam melihat sesuatu dari sisi yang berbeda.

Ketika kita mengeluh terkadang kita luapkan dengan penuh emosi, kemarahan dan cacian. Namun lebih sering kita mengeluarkannya bersama dengan tetesan air mata kita. 

Ya memang... di sinilah kita baru menyadari bahwa manusia itu terbatas. Bahwa manusia penuh dengan ketergantungan. Bahwa manusia membuhtukan seseorang atau sesuatu sekedar untuk bersandar di kala masalah hidup menghampiri. Siapa dia? Itu semua terserah kita ingin menempatkan siapa yang menjadi sandaran hidup ketika kita mengeluh.

Bisa teman, orang tua, istri, suami, dan lain sebagainya. Namun bagi seorang muslim sebaik baiknya sandaran dan tujuan hidup adalah menyerahkan semua kepada Allah SWT. Tuhan yang paling mengetahui seluk beluk tubuh dan pola pikir manusia sehingga hanya Dia lah yang paling mampu meneduhkan hati yang sedang berkeluh kesah.

Bukan manusia namanya bila hidup tanpa masalah. Masalah adalah jalan untuk menjadi manusia lebih arif dan bijaksana. Karena dengan menghadapi masalah hati, sifat dan perilaku seseorang akan tercipta.

Percayalah kawan.... Saya yang menulis di blog ini pun juga punya masalah. Hanya saja kita bisa belajar menyelesaikannya dengan belajar dari orang lain atau memperbesar wadah di hati kita untuk menerima masalah itu dengan penuh kesyukuran.

Ratusan, ribuan bahkan jutaan berbagai kisah hidup orang di sekitar kita yang bisa kita ambil hikmahnya dalam menyelesaikan masalah hidup kita.

Lapangkanlah hati mu dalam menerima semua masalah itu kawan... Kita ini susah tapi PASTI dan PASTI ada yang lebih susah dari yang kita hadapi saat ini.

Kita bingung ingin punya rumah, tapi nun jauh di Aceh, Suriah, Daerah Konflik dan Bencana jangankan berharap punya rumah, berkumpul bersama keluarga saja itu adalh mimpi.

Kita gelisah dan takut terhadap utang yang banyak namun di Afrika, Gunung Kidul dan daerah miskin lainnya bisa makan sehari saja bukan main bersyukurnya mereka.

Kenapa mesti takut kawan? Kenapa harus gelisah? Selagi kita berusaha mencoba menyelesaikannya PASTI akan terselesaikan asal kita selalu mengingat Allah SWT. 

Hargailah hidup ini dengan senantiasa bersyukur terhadap apapun perstiwa hidup yang kita alami. Susah, senang, sedih, maupun ketika sedang ditimpa bencana. Karena terkadang kita baru menyadari betapa berharganya apa yang sudah kita miliki ketika kita telah kehilangan hal tersebut. 

Maka dari itu jaga... jaga dan jaga lah kehidupan anda dengan bersyukur dan berdoa.


Semoga tulisan ini bermanfaat bagi saya dan pembaca.