Sabtu, 30 Januari 2010

Dunia Baru..... Ku Ungin Kesana......

Hhhh... Tak sabar rasanya ingin segera pergi............ 25 Tahun selalu bersama dengan lingkungan yang sama... Ingin mencari nuansa baru dan tantangan baru... Ingin merubah nasib... Ingin meraih mimpi dan cita..... Ingin melakukan Hijrah menuju kehidupan yang lebih baik lagi....

Rabu, 27 Januari 2010

Puncak Keberhasilan

Ketika kita telah mencapai sesuatu yang kita memang telah impikan tentunya merupakan suatu keberhasilan yang sangat gemilang dalam sejarah hidup kita.


Awal suatu pencapaian dalam hidup kita mungkin dimulai pada saat diri kita dilahirkan didalam dunia ini dalam keadaan sempurna tanpa cacat sedikitpun dan itu merupakan awal keberhasilan kita didunia ini. Namun, sering kita lihat banyak sekali kelahiran - kelahiran insan lainnya di dunia ini dengan tidak sempurna. Lalu apakah itu merupakan suatu kegagalan?


Tentunya semua orang tua menginginkan anakanya dilahirkan dengan sempuna, tetapi lahir dengan suatu penyakit atau dengan cacat fisik menurut saya lebih merupakan suatu cobaan atau ujian hidup dalam mencapai suatu keberhasilan yang lebih sempurna. Terkadang ada beberapa orang tua yang melihat anaknya lahir dengan sempurna menjadi tidak peka dan bersyukur terhadap apa yang telah dia dapatkan, sehingga banyak sekali kita melihat bayi - bayi yang sehat justru dibuang oleh orang tuanya. Ada yang beralasan karena faktor ekonomi, sosial dan bahkan yang menyangkut tentang hal mistik. Semua itu bukanlah suatu pembenaran terhadap hal tersebut karena kelahiran seorang anak baik dia dalam keadaan sempurna atau tidak merupakan awal keberhasilan dan keajaiban seorang insan manusia dalam mengawali kehidupan yang sangat keras ini.


Ketika seorang anak telah mulai belajar menangis, menyusui, makan, merangkak, berjalan dan berlari merupakan tahapan - tahapan keberhasilan awal hidup kita. Kemudian berlanjut pada saat - saat kita mulai memasuki "dunia sekolah" dari sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi. Berbagai tahapan - tahapan kelulusan telah kita lalui seiring dengan semakin bertambahnya usia kita. Tentunya dalam menjalani berbagai tahapan itu kita mengalami berbagai dilema kehidupan, ada sedih dan senang, ada suka dan duka, ada tangis dan tawa, ada pertemuan dan perpisahan serta ada kehidupan dan kematian. Mungkin dalam menjalani kehidupan ini beberapa teman dan kerabat kita bahkan telah meninggalkan kita terlebih dahulu sebelum mecapai usia tuanya.





Puncak Keberhasilan?


Berbagai definisi tentang keberhasilan telah banyak kita dengar oleh berbagai kalangan baik dari para pemuka agama, kalangan profesional, akademisi dan rakyat kecil sekalipun menjabarkan definisi keberhasilan sesuai dengan lingkup kehidupannya masing - masing. Seorang pemuka agama mengatakan puncak keberhasilan adalah manakala kita telah mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat atau setidak tidaknya kesempurnaan ketakwaan kepada Tuhan. Lain pula arti keberhasilan bagi kalangan profesional, keberhasilan berarti mendapatkan posisi jabatan atau memenangkan suatu proyek besar. Berbeda lagi dengan akademisi, keberhasilan bisa diartikan telah meraih predikat Profesor atau Doctor di berbagai bidang keahlian dan disiplin ilmu, sedangkan bagi rakyat kecil keberhasilan berarti dapat mencukupi kehidupan keluarga walaupun hanya cukup untuk makan sehari - hari.


Semua definisi keberhasilan itu adalah benar, namun menurut saya keberhasilan adalah usaha dalam mencapai suatu keinginan, impian dan cita - cita tanpa mengganggu usaha orang lain dalam mencapai keberhasilannya serta tetap dalam koridor keagamaan yang kita yakini untuk menuju suatu kehidupan yang kekal dan abadi.


Tidak ada yang namanya puncak keberhasilan dalam kehidupan dunia ini. Puncak keberhasilan sesungguhnya berada pada pikiran dan hati kita sejauh mana kita mensyukuri berbagai usaha yang telah kita lakukan dalam mencapai keinginan, impian dan cita - cita kita lalu mengakhirinya dengan ungkapan do'a kepad Tuhan Yang Maha Esa.


Teruslah berusaha dan berdoa, selama kita masih bernafas keberhasilan belum mencapai kesempurnaan karena puncak keberhasilan adalah nama kita mendapatkan tempat yang baik di dunia maupun di Rahmat Tuhan Yang Maha Pengasih.

Minggu, 24 Januari 2010

Riwayat Singkat Hidupku

Penulis dilahirkan di Balikpapan pada tanggal 7 September 1984, anak dari pasangan Masrani dan Mulyati, merupakan anak ketiga dari lima bersaudara.

Memulai pendidikan dasar pada SDN Balikpapan hingga kelas 3 kemudian dikarenakan orang tua mendapatkan tugas di Sengata, pada tahun 1993 penulis melanjutkan pendidikan dasarnya di SD YPPSB Sengata hingga lulus pada tahun 1996. Pendidikan dilanjutkan pada SMP YPPSB Sengata dan lulus pada tanggal 1999, kemudian melanjutkan ke SMU Negeri 1 Sengata dan lulus pada tahun 2002.

Selepas lulus SMU, penulis telah bekerja sebagai Penyiar Radio PT.Gema Wana Prima Sengata hingga tahun 2003. Awal Maret 2003 bekerja di Badan Amil Zakat Kabupaten Kutai Timur hingga Oktober 2003 kemudian dipindahkan sebagai staf Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kutai Timur hingga Desember 2004. Pada awal tahun 2005, penulis bekerja sebagai tenaga administrasi pada Baitul Maal Darussalaam hingga berakhir pada November 2006. Sejak awal tahun 2007, penulis berwirausaha dengan membuka counter pulsa dan warung internet hingga akhir tahun 2009. Selain itu, penulis juga sering mengisi program ramadhan sejak tahun 2007 di Radio Pemerintah Daerah sebagai pembawa acara.

Pada tahun 2002 melanjutkan studi ke Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur pada Konsentrasi Studi Peternakan. Selanjutnya Praktek Kerja Lapangan dilaksanakan di UPTD Balai Pembibitan dan Inseminasi Buatan Api – Api Kabupaten Penajam Paser Utara Propinsi Kalimantan Timur dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bukit Harapan Kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutai Timur pada tanggal 28 Februari 2007 sampai dengan 28 Maret 2007.

Menikah dengan Liana Sari AR., A.Md.Far. pada 8 September 2006 dan dikaruniai seorang anak lelaki yang bernama Muhammad Aliif Zufar Al–Rozi yang lahir pada tanggal 2 Juni 2007. Penulis telah aktif di berbagai kegiatan organisasi sejak masih duduk dibangku SMU. Kegiatan tersebut terus berlanjut hingga di kampus yaitu, Lembaga Dakwah Kampus KMMS (2002), Himpunan Mahasiswa Peternakan (2002), Badan Perwakilan Mahasiswa (2004), Badan Eksekutif Mahasiswa (2005), Pendiri Teater Tanya (2006) dan lain sebagainya.