Tanpa terasa separuh Ramadhan telah berlalu, namun nampaknya kita belum memaksimalkan kesempatan untuk merayu sang Maha Penyayang meleburkan segala dosa yang telah kita perbuat. Memang terasa begitu sulit mempertahankan sesuatu daripada mendapatkannya. Terkadang untaian kata - kata terasa mudah terucap tetapi pelaksanaannya begitu susah.
Hari ini saya mencoba kembali untuk menulis semua bisikan, kegelisahaan dan kegundahaan hati melalui blog ini tanpa berharap ada yang membacanya. Yah, semoga di luar sana mungkin ada yang bernasib sama atau bahkan lebih susah dari yang saya alami sehingga melalui media ini kita dapat berbagi cerita tentang kehidupan. Kita dapat bertukar harap dan doa agar semakin yakin dan teguh dalam menjalani kehidupan ini karena selama kita meyakini akan sesuatu selama itu pula harapan itu selalu ada.
Hari ini, saya kembali belajar untuk meneguhkan keyakinan hati bahwa Rejeki, Jodoh dan Kematian memang sudah Allah tentukan buat seluruh makhluk ciptaannya. Lidah mudah sekali mengucapkan hal tersebut tapi pikiran dan akal sehat begitu sulit menerima fakta tersebut.
Ya.... itu memang merupakan fakta yang Allah tetapkan melalui Al Quran dan Al Hadits. Secara ilmiah dan nalar manusia memang sangat tidak mungkin di implementasikan namun melalui hati barulah semua terasa masuk akal dan benar adanya.
Pernahkah kita berpikir bahwa rejeki yang sesungguhnya adalah hanya apa yang kita makan. Namun yang membuat nilai rejeki itu bertambah adalah karena adanya hawa nafsu pada tubuh manusia. Sehingga yang pada awalnya kita cuma butuh satu tapi inginnya ada 20.
Mungkin cuma ini yang bisa saya bagi buat pembaca hari ini. Semoga bermanfaat.




