Sudah alamiah bila manusia mengeluh ketika mengalami suatu masalah dalam hidupnya.
Namun yang menjadi pertanyaan adalah bolehkah kita mengeluh?
Jawabnya adalah tentu saja boleh karena itu merupakan sifat genetis manusia tetapi seperti apa bentuknya? Bagaimana penyelesaiannya? Semua itu tergantung bagaimana pada diri kita sendiri dalam melihat sesuatu dari sisi yang berbeda.
Ketika kita mengeluh terkadang kita luapkan dengan penuh emosi, kemarahan dan cacian. Namun lebih sering kita mengeluarkannya bersama dengan tetesan air mata kita.
Ya memang... di sinilah kita baru menyadari bahwa manusia itu terbatas. Bahwa manusia penuh dengan ketergantungan. Bahwa manusia membuhtukan seseorang atau sesuatu sekedar untuk bersandar di kala masalah hidup menghampiri. Siapa dia? Itu semua terserah kita ingin menempatkan siapa yang menjadi sandaran hidup ketika kita mengeluh.
Bisa teman, orang tua, istri, suami, dan lain sebagainya. Namun bagi seorang muslim sebaik baiknya sandaran dan tujuan hidup adalah menyerahkan semua kepada Allah SWT. Tuhan yang paling mengetahui seluk beluk tubuh dan pola pikir manusia sehingga hanya Dia lah yang paling mampu meneduhkan hati yang sedang berkeluh kesah.
Bukan manusia namanya bila hidup tanpa masalah. Masalah adalah jalan untuk menjadi manusia lebih arif dan bijaksana. Karena dengan menghadapi masalah hati, sifat dan perilaku seseorang akan tercipta.
Percayalah kawan.... Saya yang menulis di blog ini pun juga punya masalah. Hanya saja kita bisa belajar menyelesaikannya dengan belajar dari orang lain atau memperbesar wadah di hati kita untuk menerima masalah itu dengan penuh kesyukuran.
Ratusan, ribuan bahkan jutaan berbagai kisah hidup orang di sekitar kita yang bisa kita ambil hikmahnya dalam menyelesaikan masalah hidup kita.
Lapangkanlah hati mu dalam menerima semua masalah itu kawan... Kita ini susah tapi PASTI dan PASTI ada yang lebih susah dari yang kita hadapi saat ini.
Kita bingung ingin punya rumah, tapi nun jauh di Aceh, Suriah, Daerah Konflik dan Bencana jangankan berharap punya rumah, berkumpul bersama keluarga saja itu adalh mimpi.
Kita gelisah dan takut terhadap utang yang banyak namun di Afrika, Gunung Kidul dan daerah miskin lainnya bisa makan sehari saja bukan main bersyukurnya mereka.
Kenapa mesti takut kawan? Kenapa harus gelisah? Selagi kita berusaha mencoba menyelesaikannya PASTI akan terselesaikan asal kita selalu mengingat Allah SWT.
Hargailah hidup ini dengan senantiasa bersyukur terhadap apapun perstiwa hidup yang kita alami. Susah, senang, sedih, maupun ketika sedang ditimpa bencana. Karena terkadang kita baru menyadari betapa berharganya apa yang sudah kita miliki ketika kita telah kehilangan hal tersebut.
Maka dari itu jaga... jaga dan jaga lah kehidupan anda dengan bersyukur dan berdoa.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi saya dan pembaca.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar