Kalau kita berbicara mengenai waktu, apa yang yang baru saja kita ucapkan kini telah menjadi sejarah dari beberapa saat yang lalu. Itulah misteri dari "waktu" sehingga begitu dahsyatnya kata tersebut jutaan ungkapan tentangnya sering kita dengar dan bahkan telah dijadikan sebagai pedoman hidup oleh hampir seluruh umat manusia di jagad raya ini. "Time is Money" tentu slogan ala barat itu sangat familiar ditelinga kita atau dari daerah timur juga punya slogan "waktu laksana pedang" dan lain sebagainya.
Inti dari itu semua adalah menekankan betapa pentingnya waktu yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Namun yang menjadi persoalan adalah bagaimana menanamkan sebuah stigma dalam pikiran kita betapa pentingnya "waktu" tersebut.
Saya pernah membaca sebuah buku karangan Syaikhul Hadhits Maulana Muhammad Zakariya Al Kandahlawi bahwa " Ketika manusia telah memiliki cucu sesungguhnya kematian kian dekat padanya ". Saya menyadari bahwa saya sendiri pun sampai saat ini masih belum dapat mengatur waktu saya saat ini. Terlalu banyak waktu yang saya gunakan untuk hal yang sia-sia. Tapi saya akan tetap berusaha dan terus memperbaiki diri ini.
Memang, ketika kita berbicara tentang waktu saya masih merasa baru saja lulus SMA atau kuliah. Tapi ketika waktu terus berputar, dan saat diri ini sedang sendiri, berkaca dan melihat sosok ini sungguh... waktu telah mengubah segalanya...
Bagi orang yang pandai mengatur waktu, bukan dia yang dirubah oleh waktu tapi dialah yang merubah sang waktu menjadi seperti apa yang dikehendakinya dan impiannya. Berbahagialah bagi anda semua yang termasuk kedalam kategori tersebut. Tetapi bagi saya dan anda yang belum tertera dalam "daftar' orang yang pandai mengatur waktu, sekaranglah saatnya kita berbenah diri, tanamkan dalam hati, jiwa, pikiran dan tindakan kita bahwa betapa waktu itu sangat berharga laksana uang serta betapa berbahayanya waktu itu bagaikan pedang yang setiap saat dapat memenggal leher ini bila kita lengah sesaat saja.
Ya... tanpa terasa saya pun kini telah menjadi seorang ayah. Seorang anak yang kini telah menjadi ayah dan...pasti.....saya pun akan menjadi seorang yang telah bercucu dimana kematian kian dekat saat itu.... ataukah sang pedang waktu terlebih dahulu merenggut kepala ini? Wallahu a'lam bishawab.....
"Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya dan beribadahlah kamu seolah kamu akan mati keesokan harinya" (Al-Hadits)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar